2.4.6        Tumor jinak dan ganas pada Vulva, Vagina, tuba, Uterus, uvarium


TUMOR


Tumor adalah:
1. Pembengkakan → satu dari tanda cardinal peradangan, pembesaran yang marbid
2. Pertumbuhan baru suatu jaringan dengan multiplikasi sel-sel yang tidak terkontrol dan progresif, disebut juga neoplasma.
(sumber: Dorland 2002, kamus kedokteran, Jakarta: EGC)
Tumor adalah pembengkakan atau daging tumbuh (sumber: gayatri, arum 1990. kamus kesehat6an. Jakarta: Arcan)
 Ciri-ciri Tumor Jinak
v
o Timbulnya ekspansif yaitu mendesak jaringan sehat di sekitar dan jaringan sehat yang terdesak. Ini membentuk simpai atau kapsel dari tumor, maka disebut tumor jinak bersimpai atau berkopset, karena tidak ada pertumbuhan infiltratif maka biasanya tumor jinak mudah digerakkan dari dasarnya.
o Tumor jinak tidak menimbulkan residif, karena tumor jinak bersimpai maka mudah dikeluarkan seluruhnya.
o Tumor jinak tidak mengadakan anak sebar.
o Tumor jinak tumbuhmnya lambat, sehingga tidak cepat membesar dan pada pemeriksaan mikroskopik tidak ditemukan gambaran metosisi yang abnormal.
o Intrisel tumor jinak masih menyerupai intisel jaringan asalnya, bentuknya teratur dan aniform.
o Pada tumor jinak tidak ditemukan " loss of polarity "
o Tumor jinak biasanya tidak menyebabkan kematian bila letaknya pada alat tubuh yang vital.


 Ciri-ciri Tumor Ganas
v
• Tumor ganas tumbuhnya infiltratif, yaitu tumbuh bercabang-cabang menyembul kedalam jaringan sehat disekitarnya, menyerupai jari-jari kepiting ( cancer). Maka tumor ganas ini kadang disebut kanker.
• Tumor ganas setelah di angkat atau diberi pengobatan dengan penyinaran sering tumor ganas tumbuh lagi. Keadaan ini di sebabkan karena terdapat sel-sel tumor yang tertinggal yang kemudian tumbuh menjadi besar membentuk tumor pada tempat yang sama.
• Pada umumnya tumor ganas sanggup mengadakan anak sebar ditempat lain melalui pembuluh darah atau cairan getah bening.
• Tumor ganasa tumbuh cepat, maka secara klinik tumornya membesar dan mikroskopik.
• Banyak ditemukan mitosis, baik mitosis normal (bipolar) maupun mitosis yang abnormal (atipik).
• Pada tumor ganas terjadi pembelahan yang multiple, terdapat gambaran mikroskopik nitosis yang di atipik seperti mitosis tripolar atau multipolar.
• Pembelahan sel diatur oleh sel, yaitu oleh nukleo protein dan kromatin.
• Terdiri dari 2 komponen yaitu parenkim yang terdiri atas sel tumor yang berfolifersai dan stoma yang terdiri atas jaringan kuat dan pembuluh stroma morfologi sel menyerupai selsel normal (asalnya) disebut deferensiasi.
• Pada tumor ganas, letak sel yang satu terhadap yang lain tidak teratur.
• Tumor ganas jika tidak diobati akan menimbulkan kematian pada penderita walaupun letaknya misalnya pada kaki dan tangan.

B. KLASIFIKASI
I. Tumor Jinak (Benigna)
1. Tumor Kistik Vulva
a. Kista inklusi epidermis
b. - Sisa jaringan embrio
- Kista gartner
- Kista saluran nuck
c. - Kista kelenjar
- Kista bhartolini
- Kista sebasea
- Hedranenoma
- Penyakit fox-fordyce
- Kista para uretra/skene
- Kista Endometriosis
2. Tumor Solid Vulva
a. Tumor Epitel
- Condiloma acumination
- Karunkuna uretra
- Nevus pigmentosis
- Hiperkeratosis
b. Tumor Jaringan Mesoderm
- Fibroma
- Lipoma
- Leomioma
- Hemamioma
- Limfamioma
- Miksoma

II. Tumor Ganas (Maglina)
1. MelanomaVulva
2. Adenokarsinoma
3. Basalioma (Basal sel karsinoma)
4. Penyakit Paget
5. Karsinoma Verukosa
6. Sarcoma pada vulva
7. Tumor ganas sekunder pada vulva
C. PENYEBAB
1. Tumor Jinak pada Vulva
a. Tumor Kistik
1. Kisti Inulisi (kista epidermis)
Terjadi akibat perlukaan, terutama pada persalinan karena episiotomi atau robekan, dimana suatu segmen epitel terpendam dan kemudian menjadi kista.
2. Kista sisa jaringan
- Kista Gartner
Berasal dari saluran mesonefridikus ujolfifi
- Kista bidrokele saluran nuck
Berasal dari sisa prosesus vaginalis peritoneum yang terletak dalam saluran inguinal, kadang-kadang melanjutkan diri sampai pada labine mayor.
3. Kista Kelenjar
- Kista Bartholini
Terjadi akibat radang
- Kista sebasea
Berasal dari kelenjar sebasea kulit yang terdapat pada labium mayor,labium minor da mons veneris, terjadi karena penyumbatan saluran kelenjar sehingga terjadilah penimbunan sebum.
- Hidranenoma
Berasal dari kelenjar keringat, ada yang mengatakan berasal dari saluran wolfri.
- Penyakit fox-forduce (apoxsin miliara)
Terjadi akibat sumbatan saluran kelenjar keringat sehingga membentuk banyak kristal kecil.
- Kista paraurethra (skene)
Terjadi karena saluran kelenjar ini tertutup oleh injeksi.
- Kista endrometriosi
Jarang sekali terjadi, namun dapat tumbuh pada vulva.

b. Tumor Solid
1. Tumor epitel
- Konidiloma aluminatum
Karunkula urethra Disebabkan oleh virus HPV type 6 dan 11, dan akhir-akhir ini jugaq di masukkan ke dalam golongan penyakit yang ditukarkan melalui hubungan seksual.
- Karunkula urethra, ada 2:
o Karunkula urethra neoplasma
Terdiri dari polip merah muda dengan tangkai pada tepi dorsal muara urethtra.
o Karunkula urethra granulomatosa
Penonjolan ini terdiri dari jaringan granulomatosa pada muara-muara urethra terutama bagian belakang yang meluas ke samping juga.
- Nevus pigmentosus
- Hiperkreatosis
Disebabkan infeksi menahun, deramatitis.
2. Tumor Jaringan Mesodermal
- Fibroma
Berasal dari jaringan disekitar labium majus
- Lipoma
Berasal dari otot polos ligamentum rotondum dekat pada labium majus
- Teromioma
Berasal dari sarung serabut saraf
- Hemangioma
Berasal dari konginetal biasanya akan menghilang sendiri pada pertumbuhan anak. Pada wanita pasca menopause biasanya terjadi karena adanya varices yang kecil-kecil dan dapat menyebabkan perdarahan pasca menopause.
- Limfangioma
Berasal dari jaringan pembuluk limfe,jarang sekalidijumpai.
2. Tumor Ganas pada Vulva
- Karsinoma Vulva
Tidak banyak diketahui mengenaifaktor etiologi jenis tumor ganas ini, meskipun disebut tentang lambatnya menarche (15-17tahun) dan awalnya menopause (40 tahun) dalam riwayat penyakitnya.
- Adenomakarsinoma
Berasal dari kelenjar Bartholini
- Penyakit Paget
Karena lesai ini sa epitelliat vulva yang sering bersama-sama dengan munculnya adenoliassinoma kelenjar epelisin.
- Tumor ganas sekunder pada vulva
Berasal dari jaringan dekat vulva seperti serviks uteri, vagina, uterus yang merambat langsung atau secara limfogen atau embolisasi melalui pembuluh darah balik.
- Penyebab secara umum:
a. Infeksi HPV (Human Papiloma Virus) atau kutil kelamin
b. Pernah menderita kanker leher rahim atau tumor vagina.
c. Infeksi sifilis
d. Diabetes Meilitua
e. Obesitas
f. Tekana darah tinggi
g. Usia
h. Hubungan seksual pada usia dini
i. Berganti-ganti pasangan seksual
j. Merokok
k. Infeksi HIV
l. Golongan social rendah
m. Personal hygine yang tidak baik
n. Melanoma atau tahi lalat asipik pada kulit

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar